Kamis, 15 Juni 2017

Dubai Skyline

Saat dalam perjalanan pulang menuju hotel, rombongan KLA sempat menuju sebuah tempat bernama Zabeel Palace.
Diperjalanan sebelum menuju tempat tersebut, jalanan di Dubai terlihat sangat indah dengan pemandangan skyline dengan yang sedang menuju senja.

Dari kejauhan kita dapat melihat jejeran bangunan tinggi Dubai yang membentuk suatu keindahan. Sepanjang jalan kita dapat menikmati indahnya kota Dubai ketika meuju senja. Inilah negara metropolitan yang disamakan dengan negara Singapore.


Bukan hanya bangunan-bangunan tinggi pada umumnya, Kita juga dapat melihat Burj Khalifa dari sini, indahnya warna langit senja dengan perpaduan warna orange ungu dan biru yang sedikit gelap, Dubai skyline menjadi terlihat semakin fantastis. Begitulah keindahan Dubai Skyline sebelum sampai di Zabeel Palace. Jika sudah tiba di Zabeel Palace, senja di area tamannya tidak kalah indah dengan skyline tersebut.

KLA 2: Sore Menunggu Dubai Fountain

Hari kedua rombongan menuju Burj Al Arab, Palm Jumeirah, dan yang terakhir yaitu Dubai Mall. Dubai Mall dan Burj Khalifa berdekatan yang diantaranya terdapat perairan yang biasanya terdapat atraksi air mancur biasa disebut Dubai Fountain.


Foto diatas diambil sesaat sebelum dimulainya Dubai Fountain pada sore hari. Dubai Fountain ini tidak hanya ditampilkan pada sore hari, tetapi juga pada malam hari dan lebih indah ketika malam hari, karena terdapat lampu warna warni pada airnya.
Tour Guide mengatakan bahwa tidak afdol jika ke Dubai tidak melihat air mancur yang satu ini. Katanya sih, sama saja seperti belum pernah ke Dubai jika tidak melihat Dubai Fountain.

Dubai fountain merupakan atraksi air mancur di danau buatan yang berada di bawah burj khalifa. Danau buatan dan sungai yang berada di bawah burj khalifa mempertegas konsep bunga hymenoccallis yang hidup di air. bangunan burj khalifa sebagai kelopak bunganya.

Dubai fountain biasanya diadakn hanya pada beberapa waktu tertentu dan hanya sekitar beberapa menit, atraksi ini menjadi bagian utama alasan mengunjungi burj khalifa, selama atraksi dilantunkan juga dengan lagu yang sangat arabic dan menimbulkan rasa fantastis didukung dengan atrksi air mancur yang menarik.

Transit di Thailand

Sebelum sampai ke Dubai, rombongan KLA Universitas Gunadarma transit terlebih dahulu di Bangkok, Thailand. Hari pertama transit, rombongan menginap di hotel bintang 4 yang terletak di tangah kota dan bersebelahan dengan sungai.

Hari kedua, sebelum menuju bandara, rombongan sempat diajak melihat-lihat ke suatu pasar di Thailand, disana terdapat banyak penginapan untuk para turis dan juga terdapat sebuah hotel yang berdampingan dengan pasar tersebut.


Tampak pada gambar diatas, dua orang turis sedang menikmati makan siang di restoran yang terdapat pada penginapan mereka. Restoran ataupun tempat makan di pasar tersebut sangatlah terlihat unik, Tempat makan disana memiliki kesan nyaman dengan tanaman gantung serta meja dan kursi yang terbuat dari kayu.


Jika keluar dari kawasan pasar, terdapat banyak ruko-ruko yang berjejer di pinggir jalan raya. Terdapat banyak toko laundry, penjahit, salon, dan lain lain. Banyak juga tuk-tuk atau kendaraan khas di Thailand yang sedang parkir menunggu sewa.
Begitulah perjalanan transit di Thailand yang akhirnya setelah makan siang di sebuah hotel, rombongan menuju tempat penjualan oleh-oleh khas Thailand setelah itu langsung menuju bandara.

KLA 1: Bastakiya

Hari pertama Kuliah Lapangan Arsitektur Gunadarma di Dubai, yaitu menuju kawasan lama Dubai yang biasa disebut dengan Al Bastakiya atau Historical Al Fahidi.
Di Bastakiya kita dapat menemukan berbagai macam jenis tekstil dan karya seni warga setempat. Pada umumnya, para pedagang yang ada di Bastakiya adalah orang Pakistan dan India.

Hasil gambar untuk bastakiya

Di sini kita bisa belajar banyak hal mengenai budaya, kostum, tradisi, dari lokal. Di sana, Anda bisa menyicipi makanan tradisional asli Timur Tengah, yang mantap dan gurih.
Bangunan di Bastakiya pada umumnya memiliki barjeel yang berfungsi sebagai pendingin ruangan, pada void barjeel diberi kain basah yang kemudian jika tertiup angin maka udara dingin akan masuk ke dalam ruangan. Tetapi sekarang barjeel hanya digunakan sebagai desain khas pada bangunan di Bastakiya. 

Hasil gambar untuk barjeel bastakiya
Selain itu, terdapat banyak cafe dan museum yang bisa dikunjungi, pengunjung dapat menikmati hasil karya terbaik seniman setempat. Dan tentu saja karyanya akan membuat pengunjung jatuh cinta dan takjub.

Dubai Marina


Dubai Marina merupakan sebuah distrik di daerah yang belakangan ini disebut sebagai 'Dubai baru', di Dubai, Uni Emirat Arab. Proyek ini terletak pada Interchange 5 antara Pelabuhan Jebel Ali dan area yang mengelola Dubai Internet City, Dubai Media City dan Universitas Amerika di Dubai. Fase pertama proyek ini telah selesai.

 
Marina ini semuanya buatan manusia dan telah dibangun oleh firma pembangunan real estat Emaar Properties dari Uni Emirat Arab. Marina ini akan berisi 200 bangunan bertingkat dan beberapa pencakar langit super tinggi, Dubai Marina Towers, The Torch Dubai Marina, Infinity Tower, The Princess Tower, Number One Dubai Marina, Marina Terrace, Le Reve dan Horizon Tower merupakan nama dari beberpa bangunan, dan mencakup area seluas 4.9 juta m² (50 juta ft²), yang terdiri dari 40 apartemen dan hotel di Jumeirah Beach Residence. Apabila konstruksinya selesai, marina ini diklaim menjadi marina terbesar buatan manusia di dunia. Sementara ini, marina buatan manusia terbesar di dunia adalah Marina del Rey di Los Angeles County, California, Amerika Serikat.


Sumber:

Burj Khalifa dan Dubai Mall

Burj Khalifa


Burj Khalifa memiliki tinggi 828 m dan lantai sebanyak 160. Ge¬dung ini mulai dibagun sejak tahun 2004 dan pencetusnya adalah Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Di tengah pembangunan gedung 6 ini sempat mengalami krisis, yaitu sekitar tahun 2007, pada saat itu nama gedung ini adaah Burj Dubai. Namun akhirnya diresmikan pada tang-gal 4 Januari 2010 dengan nama Burj Khalifa. Sudah bisa di tebak kenapa terdapat perubahan pada nama gedung itu. Perubahan nama sudah pasti dimaksudkan untuk penghormatan dan simbol terimakasih kepada Presiden Khalifa bin Zayed Al Nahayan dikarenakan dukungan penndanaannya.


Burj Khalifa adalah sebuah bangunan yang memiliki nilai sejarah dan budaya, terlihat dari arsitektur-arsitektur yang berasal dari pola sistem yang terkandung dalam arsitektur Islam. Menara ini juga me-miliki nilai keindahan karena dikelilingi oleh sungai dan danau buatan serta meraih rekor-rekor dunia yang mem-bawa banyak wisatawan untuk berkunjung ke Kota Dubai. Ket¬inggian Burj Khalifa mencapai 828 meter ini mempunyai 164 lantai dengan dua lantai bawah tanah. Selain menjadi gedung perkantoran, Burj Khalifa juga menjadi hotel dan apartemen. Adapun bagian-bagian pada bangunan yang ber¬bentuk bunga Hymenocallis yang meruncing ke titik puncak ada yang terpotong yang melingkari gedung. Jumlah yang terpotong itu sebanyak yang dijadikan teras di Burj Khalifa. Menara ini terdiri dari tiga unsur yang disusun di sekitar inti pusat dan dibagian atas inti pusat muncul lalu membentuk sebuah puncak menara. Selain itu, terdapat hal lain yang menggambarkan bahwa Burj Khalifa terilhami dari bunga Hymenocallis. Sungai-sungai dan danau buatan yang berada di sekeliling menara ini juga mempertegas konsep desain bungan Hymenocallis karena bunga ini hidup diatas air. 

  

Hubungan antara Makna Bangunan Burj Khali-fa dengan Budaya Arab Bentuk bangunan Burj Khalifa mempunyai makna yang berhubungan dengan budaya Arab. Bangunan tertinggi di du¬nia ini sangat modern dan mempunyai bentuk yang unik. Akan tetapi, kebudayaan Arab tetap menempel pada gedung ini, Jadi Burj Khalifa merupakan salah satu bangunan modern yang tetap memberdayakan budaya Arab,artinya gedung ini terlihat bahwa budaya Arab dapat berdampingan dengan modernisasi. Pada teori budaya telah dijelaskan bahwa budaya dengan pariwisata merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan bahkan dalam jangka waktu yang sangat lama. Maka pernyataan ini terbukti pada bangunan nan mewah ini, karena gedung yang masih menempelkan ornamen- ornamen Arab didalamnya ini menjadi tempat pariwisata yang banyak diminati oleh para wisatawan. 
Menara ini mempu¬nyai fungsi sebagai perkantoran, hotel dan apartemen yang mempunyai daya tampung hingga 900 orang. Menara ini mempunyai tempat parkir bawah  
pada bangunan, sementara juga menjaga struktur sederhana dan mem¬bina Konstruksi gedung.



Dubai Mall

Dubai Mall adalah mall raksasa yang akan dibangun di Dubai, Uni Emirat Arab, oleh Emaar, sebagai bagian dari proyek "Dubai Baru". Mall ini mengklaim diri sebagai mall terbesar di dunia apabila konstruksinya selesai. Proyek ini akan mencakup area lebih dari 12 juta ft², dengan 10 - 15 mall kecil dibangun didalamnya, mencakup 9 juta ft² dari seluruh bangunan toko eceran (dapat menampung lebih dari 1000 toko). Mempersembahkan atraksi termasuk souk terbesar di dunia, sebuah Pulau Fashion seluas 850,000 ft²; salah satu akuarium terbesar di dunia; sebuah lapangan ice skating seluas lapangan Olimpiade; Air Terjun Oasis Fountain; Atrium WaterFront; pemandangan (akan selesai) menara tertinggi di dunia, Burj Khalifa. Mall ini telah mendapat 5 penghargaan. Proyek ini mendapat 2 penghargaan dari Retail Future Project Awards di MAPIC, Cannes, Perancis, pada tahun 2004, untuk Best Retail Development Scheme (Large)Best Use of Lighting in a Retail Environment. Brosur Dubai Mall memenangkan 3 penghargaan dari Summit Creative Awards 2005 di Portland, Oregon, Amerika Serikat; Penghargaan emas untuk Best Art Direction / Graphic Design, Penghargaan silver untuk Best 4-colour B2B Brochure, dan Judges Special Recognition awards.


 
Keistimewaan lain yang ada di The Dubai Mall selain menyediakan tempat berbelanja dan makan bagi para pengunjung, pihak pengelola juga menawarkan hiburan dan aneka permainan untuk para pengunjung. Dubai Aquarium dan underwater zoo ini keindahan Akuarium raksasa di dalam Mall. Pengunjung Mall secara gratis bisa menikmati keindahan segala jenis ikan dengan berbagai ukuran yang berenang di air yang jernih kebiruan, seolah-olah kita sedang menyaksikan indahnya kehidupan di dalam laut. Para pengunjung mall ini dapat menikmati keindahan akuarium raksasa itu hanya dari satu sisi di salah satu dinding mall ini.


Sumber:

Selasa, 13 Juni 2017

Dubai Creek & The Palm Jumeirah

Jika pada postingan sebelumnya membahas tentang pemukiman lama di Dubai yaitu Al Bastakiya. Pada postingan kali ini akan dibahas tentang Dubai Creek yang terletak bersebelahan dengan Al Bastakiya.

Dubai Creek

Dubai Creek atau Khor Dubai (bahasa Arab: خور دبي, Khor Dubay) adalah sebuah sungai kecil air garam yang terletak di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Beberapa sumber mengatakan bahwa sungai ini memanjang ke daratan hingga Al Ain, dan bahwa Yunani Kuno menyebutnya Sungai Zara. Secara sejarah, sungai ini membelah kota menjadi dua bagian utama &ndashl Deira dan Bur Dubai. Di sepanjang tepinya di Bur Dubai anggota suku Bani Yas pertama menetap pada abad ke-19, mendirikan dinasti Al Maktoum di kota itu. Pada awal abad ke-20, sungai ini, meskipun tidak mampu dilayari transportasi berukuran besar, tetapi dapat melayani sebagai pelabuhan kecil bagi dhow yang datang dari India atau Afrika Timur. Meskipun menghambat pintu masuk kapal karena alirannya, sungai ini masih menjadi elemen penting dalam menetapkan posisi perdagangan Dubai, menjadi satu-satunya pelabuhan atau dermaga di kota ini.Industri permata Dubai, yang membentuk sektor utama ekonomi kota, didasarkan pada penjelajahan di sungai ini, sebelum penemuan permata buatan pada tahun 1930-an.

Berkas:Dubai Creek 1964.jpg

Aliran awal sungai ke daratan Dubai adalah sepanjang Deira Corniche dan Al Ras di timur Dubai dan sepanjang Al Shindagha di barat Dubai. Kemudian berlanjut ke tenggara masuk ke daratan, melewati Pelabuhan Saeed dan Dubai Creek Park. Akhir aliran alami sungai adalah di Ras Al Khor Wildlife Sanctuary, 14 kilometer (8.7 mil) dari muaranya di Teluk Persia. Bentuk tradisional angkutan antara bagian timur dan barat Dubai melewati sungai ini adalah dengan abra, yang terus beroperasi di Dubai. Selain itu, bagian timur dan barat dihubungkan oleh satu jembatan (Jembatan Al Maktoum, Jembatan Al Garhoud, Penyeberangan Business Bay dan Jembatan Terapung) dan satu terowongan (Terowongan Al Shindagha).

Hasil gambar untuk aliran sungai dubai creek

Perpanjangan sungai baru-baru ini telah disetujui. Perpanjangan ini, yang merupakan bagian dari pembangunan Business Bay, akan membawa sungai ini keliling Bur Dubai dan ke Teluk Persia. Perpanjangan ini akan menambahkan 10 kilometer (6.2 mil) ke sungai itu, yang meningkat menjadi 12,2 kilometer (7.6 mil) pada November 2010. Perpanjangan sepanjang 10 km ini (yang hampir selesai di September 2007) memakan Dhs. 484 juta (US$ 132 juta). 



Hasil gambar untuk proyek the lagoons dubai creek

Selain itu, proyek baru yang melibatkan tujuh pulau yang dikenal sebagai The Lagoons direncanakan dibangun di Dubai Creek. Bagian tengah proyek ini berupa Dubai Towers Dubai, kumpulan menara dimana yang paling tinggi mencapai 400 meter (1,312 ft) sementara dua lainnya mencapai 300 meter (980 ft).



The Palm Jumeirah

Dubai saat ini mempunyai pulau buatan manusia diantaranya masih dalam pembangunan yang nantinya akan menjadi pulau buatan manusia terbesar di jagat raya ini. Pulau-pulau ini dibangun diatas lautan tepatnya di pesisir pantai Persian Gulf dengan menggunakan metode reklamasi lahan.

Pasir di keruk dari dasar Persian Gulf kemudian di semprotkan ke area yang di perlukan dengan kapal pengeruk yang menggunakan sistem yang bernama Global Positioning System. Metode penyemprotan ini disebut Rainbowing karena seperti busur yang menyemprotkan pasir ke udara membentuk lingkaran pelangi. Dua perusahaan yang melakukan konstruksi proyek ini adalah Jan De Nul dari Belgia dan Van Oord dari Belanda.


dubai new development

The Palm Jumeirah
 merupakan sebuah pulau buatan yang dibangun dengan reklamasi tanah oleh Nakheel, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah Dubai. Pulau ini merupakan satu dari tiga pulau yang disebut The Palm Islands yang akan meningkatkan pesisir pantai Dubai hingga 520 km. The Palm Jumeirah merupakan yang terkecil dari 3 Palm Islands (Palm Jumeirah, Palm Jebel Ali dan Palm Deira) yang sedang dalam pembangunan oleh Nakheel. Letaknya di area pesisir pantai Jumeirah di emirat Dubai, di Uni Emirat Arab (UEA).

Hasil gambar untuk palm jumeirahThe Palm Jumeirah merupakan pulau yang berbentuk pohon palem dengan cakupan sebuah batang, sebuah mahkota dengan 17 daun, dan sebuah pulau berbentuk sabit yang mengelilingiya dan membentuk 11 kilometer pemecah gelombang. Pulau ini memiliki luas 5 km x 5 km dan total areanya lebih besar daripada 800 lapangan sepak bola. Pulau mahkota dihubungkan dengan Dubai oleh sebuah jembatan sepanjang 300 meter dan pulau sabit dihubungkan dengan ujung atas palem oleh terowongan bawah laut. Untuk 2-3 tahun ke depan, pariwisata di Dubai semakin meningkat, The Palm Jumeirah dapat dikatakan sebagai salah satu resor utama dunia. The Palm Island sendiri dianggap sebagai 'Keajaiban Dunia ke-8'. Pulau ini akan menggandakan pesisir pantai Dubai.



Sumber:

Al Bastakiya

Al Bastakiya merupakan sebuah distrik bersejarah di DubaiUni Emirat Arab (UEA). Bersama dengan Al Shindagha, Al Bastakiya merupakan salah satu wilayah penghunian tertua di Dubai. Nama Al bastakiya berasal dari daerah Bastak di Iran, di mana para penghuni berpindah. Wilayah ini terletak di sepanjang Dubai Creek dan meliputi jalan sempit dan menara angin, juga Benteng Al Fahidi, bangunan utuh tertua di Dubai.

Pada akhir abad ke-19 bastakiya dihuni oleh saudagar-saudagar asal Iran. Kawasan ini banyak dihuni pemukim asal Pakistan dan bangladesh. Umumnya warga asal pakistan masih mengenakan busana tradisinya, shalwar kamis.


Salah satu pemukiman tertua di Dubai ini,terletak di sepanjang Dubai Creek. Terdapat banyak rumah-rumah tradisional, dihiasi dengan menara angin yang tinggi. Setiap sabtu pagi di tempat ini diselenggarakan pasar terbuka dan acara seni yang akan menghibur para pengunjung, terutama pada bulan musim dingin.

Hasil gambar untuk barjeel

Pemukiman ini berbentuk kotak-kotak dengan warna khas gurun. Di beberapa sudut tampak barjeel, menara segi empat yang berfungsi sebagai pendingin ruangan buatan kearifan teknologi masa lalu.
Di sebuah lorong yang lebar, berjajar toko-toko tekstil yang menawarkan pashmina atau kafiye. Penjualnya para pedagang asal Pakistan dan India. Cara menawarkan mereka kadang mengagetkan, ketika Anda berjalan tiba-tiba dikalungi kafiye, lalu diajak setengah memasksa ke toko si penjual.


Hasil gambar untuk shop in bastakiya


Sumber:

© m o m é n t o
Maira Gall